Jumat, 14 Desember 2012

Hubungan Antar Makhluk Hidup

Setiap makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup yang lain. Pada beberapa makhluk hidup terdapat hubungan khusus. Hubungan khusus antar makhluk hidup disebut dengan simbiosis. Simbiosis dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme, parasitisme, dan komensalisme sebagai berikut :
  • Simbiosis mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang bersifat saling menguntungkan. Contoh simbiosis mutualisame adalah antara kupu-lupu dengan bunga, kupu membutuhkan nektar yang ada pada bunga sebagai makananya, Sementara itu bunga membutuhkan kupu-kupu atau lebah untuk membantu proses penyerbukan.

Contoh lain simbiosis mutualisme adalah hubungan antara kerbau dan burung jalak. Dalam hubungan ini seekor burung jalak diuntungkan karena burung jalak mendapat makanan (kutu) yang menempel ditubuh kerbau, sehingga kerbau merasa diuntungkan karena kutu-kutu yang menempel ditubuhnya habis dimakan burung jalak.
  • Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan anttara dua makhluk hidup yang satu mendapatkan keuntungan tetapi makhluk yang lain dirugikan. Contoh hubungan antara tanaman jeruk dengan benalu. Benalu mendapatkan keuntungan karena mendapat makanan dari tumbuhan jeruk, sedangkan tanaman jeruk dirugikan karena makananya diambil oleh benalu.

Contoh lainya adalah tumbuhan umbai cacing/ tali putri dan tumbuhan inangnya. Tumbuhan umbai cacing (taliputri) medapat keuntungan karena dapat mengambil makanan dari inangnya (yang ditumpanginya), sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati karena makanannya diserap oleh umbai cacing (taliputri). 
  • Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara du makhluk hidup yang menguntungkan salah satu pihak, tetapi pihak yang lain tidak dirugikan. Contoh simbiosis komensalisme adalah hubungan antara ikan hiu dengan ikan remora. Ikan remora diuntungkan karena mendapatkan makanan dari sisa-sisa makanan ikan hiu. Bagi ikan hiu, ada tidaknya ikan remora tidak berpengaruh terhadapnya.

Contoh lainya adalah Hubungan antara tumbuhan inang dan anggrek. Tumbuhan inang (tumbuhan yang ditumpangi) tidak merasa dirugikan oleh anggrek, karena anggrek tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya tersebut. Hubungan antara tumbuhan sirih dengan tumbuhan inangnya Sirih mendapat keuntungan karena dapat merambat pada tumbuhan lain (inang). Inangnya tidak merasa dirugikan karena sirih tidak menyerap (mengambil makanan).

Sabtu, 27 Oktober 2012

Pengerjaan Hitung Bilangan

Pengerjaan Hitung Bilangan. Materi pengerjaan hitung bilangan di sekolah dasar sudah tidak asing lagi. Tetapi untuk memahami Pengerjaan Hitung Bilangan tersebut masih banyak siswa yang mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut pada pengerjaan hitung campuran bilangan. Untuk lebih memahami Pengerjaan hitung bilangan, ada baiknya kita pahami apa itu bilangan cacah dan bilangan bulat. 

Bilangan cacah :
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 …}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0.Jadi, bilangan cacah harus bertanda positif.

Bilangan bulat :
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, …) dan negatifnya (-1, -2, -3, …; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.

Pengerjaan Hitung Campuran Bilangan Bilangan Bulat
Pengerjaan hitung bilangan meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Ada ketentuan-ketentuan yang harus kamu pahami dalam pengerjaan hitung campuran. Untuk mempercepat  pengerjaan hitung bilangan perlu kalian pelajari terlebih dahulu sifat asosiatif, distributif, dan komutatif. Perhatikan urutan pengerjaan hitung bilangan di bawah ini :
  • Pengerjaan dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
  • Perkalian dan pembagian mempunyai kedudukan yang lebih kuat dibandingkan dengan penjumlahan dan pengurangan.
  • Perkalian dan pembagian memiliki kedudukan yang sama, artinya pengerjaan perkalian dan pembagian dilakukan terlebih dahulu. Apabila dalam pengerjaan hitung terdapat perkalian dan pembagian, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah pengerjaan sebelah kiri dahulu.
  • Penjumlahan dan pengurangan memiliki kedudukan yang sama. Apabila dalam pengerjaan hitung terdapat penjumlahan dan pengurangan, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah pengerjaan yang berada di sebelah kiri dahulu.
Contoh soal :
1. 12 x (-4) + 75 : 3
    = -48 + 75 : 3
    = -48 + 25
    = -23
2. (5.129 – 3.215) : 6 × (–16)
   = 1.914 : 6 x (-16)
   = 319 x (-16)
   = -5.104

Soal Cerita :
1.Bu Rosa membeli 150 kantong beras. Setiap kantong berisi 5 kg beras. Sebanyak 15 kg 

   diberikan kepada nenek. Beras yang masih tersisa dibagikan kepada 49 tetangga di 
   sekitarnya. Berapa kg beras yang diterima masing-masing tetangga?
Pembahasan :
((150 x 5) - 15) : 49
= (750 -15) : 49
= 735 : 49
= 15
2. Seorang agen minyak tanah mendapat jatah minyak dari Pertamina sebanyak 750 liter 
    setiap minggu. Oleh karena kelangkaan bahan bakar minyak, jatah untuk agen dikurangi 
   150 liter. Oleh agen, minyak tanah tersebut dibagikan kepada 15 pelanggannya sama rata. 
   Jika kamu menjadi salah satu pelanggan, berapa liter minyak tanah yang kamu terima?
Pembahasan :
= (750 - 150) : 15
= 600 : 15
= 40

Kamis, 13 Oktober 2011

Hubungan Menulis dengan Keteramplan Berbahasa yang Lain

Keterampilan berbahasa mencakup empat komponen. Keempat komponen itu adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat komponen tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat. 


1. Hubungan menulis dengan membaca. 
Menulisa dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis. Pesan yang disampaikan penulis diterima oleh pembaca dijembatani melalui lambang bahasa yang dituliskan. Membaca dan menulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembaca sebagai penulis (Tompskin dan Hosskisson, 1995 ).

Penulis sebagai pembaca, Artinya, ketika aktifitas menulis berlangsung si penulis membaca karangannya. Ia membayangkan dirinya sebagai pembaca untuk melihat dan menilai apakah tulisannya telah menyajikan sesuatu yang berarti, apakah ada yang tidak layak saji, serta apakah tulisannya menarik dan enak dibaca.


Penulis pun melakukan berbagai kegiatan membaca lainnya. Ia membaca karya penulis lain untuk mendapatkan ide dan informasi, menemukan, dan memecahkan masalah, juga mempelajari bagaimana pengarang menyajikan dan mengolah tulisannya. Kualitas pengalaman membaca ini akan mempengaruhi keberhasilan dalam menulis.

Pembaca sebagai penulis, Artinya, ketika berlangsung kegiatan membaca, pembaca melakukan aktifitas seperti yang dilakukan penulis. Pembaca menemukan topik dan tujuan penulisan, gagasan dan kaitan antar gagasan, dan kejelasan uraian. Dia menganalisa atau merekonstruksi dengan membayangkan apa yang dimaksudkan dan diinginkan penulisnya sehingga pesan yang penulis sampaikan dapat ditangkap dengan baik.


2. Hubungan menulis dengan menyimak
Pada saat menulis, seseorang membutuhkan inspirasi, ide, atau informasi untuk tulisannya. Informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber : sumber tercetak, seperti buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain. Juga dari sumber tak tercetak seperti radio, televisi, wawancara, diskusi, dan lain-lain. Jika dari sumber tercetak informasi diperoleh dengan cara membaca, maka dari sumber tak tercetak perolehan informasi dilakukan dengan cara menyimak.


Melalui kegiatan menyimak penulis tidak hanya memperoleh ide atau informasi saja, tetapi juga menginspirasi tata saji dan penyampaian lisan yang menarik hatinya, yang berguna untuk aktifitas menulisnya.

3. Hubungan menulis dengan berbicara
Antara menulis dan berbicara keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif-produktif. Artinya penulis dan pembicara berperan sebagai penyampai atau pengirim pesan kepada pihak lain. Keduanya harus mengambil sejumlah keputusan berkaitan dengan topik, tujuan, jenis informasi yang akan disampaikan, serta cara penyampaiannya sesuai dengan sasaran ( pembaca dan pendengar ) dan corak teksnya ( eksposisi, narasi, deskripsi, argumentasi, dan persuasi ).

Minggu, 09 Oktober 2011

Penggunaan Kata-kata Bersinonim

Dalam sebuah bahasa sering ditemukan kata bersinonim. Sinonim adalah kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi). Diperlukan kejelian kita  untuk mencari perbedaanya agar kita dapat memilih dengan tepat dalam  penggunaan kata-kata bersinonim tersebut. Ada baiknya kita memahami terlebih dahulu kategori kata yang bersinonim tersebut agar dapat memilih salah satu dari anggota sinonim dengan tepat :



Pertama, Sinonim yang salah  satu anggotanya bermakna lebih umum, sementara yang lain lebih khusu. Ukuranya adalah keluasan kandungan makna : kata yang umum memiliki makna lebih luas daripada anggota sinonim yang lain, seperti pada contoh di bawah ini :


Bermakna Umum Bermakna Khusus
buku
kitab
pemberian
sedekah
bersekolah
berkuliah
guru
dosen
buku
kitab


Menghadapi kata-kata yang demikian, kita perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip penggunaaan kata dengan memilih kata yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Perhatikan contoh berikut :
  1. Ayah saya bekerja sebagai seorang guru.
  2. Ayah saya bekerja sebagai seorang dosen
Dalam memilih kata guru pada kalimat (1) bermaksud bahwa kita ingin menunjukkan kata yang umum. Ada kemungkinan bahwa kata ayah dalam kalimat tersebut bisa seorang guru SD, Guru SMP, Guru SMA, dan lain-lain. Pada kalimat (2) pilihan kata dosen menunjukkan bahwa ayah yang disebutkan dalam kalimat adalah seorang yang mengajar di perguruan tinggi.


Kedua, jenis sinonim yang letak perbedaannya terletak pada intensitas makna. Salah satu anggota sinonim bermakna lebih intensif daripada makna yang lain. Perhatikan daftar sinonim berikut :
Lebih Intensif Kurang Intensif
meneliti
memeriksa, mempelajari
memeriksa
melihat
melihat
melirik
menjenguk
menengok
mengganggu
mengacau

Perhatikan contoh kalimat berikut :

  1. Setiap pembeli berhak untuk menentukkan pilihan barang. Karena itu dia berhak pula untuk meneliti barang yang akan dibelinya.
  2. Setiap pembeli berhak menentukan pilihan barang. Karena itu, dia berhak pula untuk memeriksa barang yang akan dibelinya.
  3. Setiap pembeli berhak untuk menentukan  pilihan barang. Karena itu, dia berhak pula untuk melihat barang yang akan dibelinya.
Dapat dilihat bahwa kata meneliti pada kalimat (1) dipilih karena maknanya lebih intensif daripada kata memeriksa pada kalimat (2), dan kata melihat pada kalimat (3) tidak seintensif kata meneliti dan memeriksa. Kita tidak dihadapkan pada penggunaan kata yang salah atau benar, tetapi pada tingkat intensitas makna kata.


Ketiga, jenis sinonim yang perbedaannya terletak pada makna emotifnya. Dua kata atau lebih memiliki makna yang hampir sama, dan perbedaannya pada makna emotifnya. Perhatikan contoh sinonim berikut :


LebihEmotif Kurang Emotif
bengis
kejam
nyaman
enak
duka
sedih, susah
ikhlas
lega
Pilihan kata yang berbeda tingkat emotifnya berdampak pada makna kalimat, seperti contoh berikut :

  1. Keluarga Agus sedang dalam suasana duka. Dua orang anaknya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.
  2. Keluarga Agus sedang dalam suasana sedih. Dua orang anaknya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.
  3. Keluarga Agus sedang dalam suasana susah. Dua orang anaknya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.
Keempat, jenis sinonim yang berbeda dalam penggunaan umum dan teknis. Satu anggota kata yang bersinonim itu berlaku pada penggunaan bahasa dalam ragam komunikasi umum, sedangkan kata yang lain berlaku dalam ragam bahasa teknis. Ragam bahasa teknis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam bidang ilmu tertentu. Daftar berikut menunjukkan perbedaan tersebut :
Umum Teknis
dubur
anus
mutasi
perpindahan
amputasi
potong
renovasi
perbaikan


Dalam kata bersinonim yang letak perbedaannya pada penggunaan umum dan teknis. Kita tidak dihadapkan pada penggunaan kata yang salah atau benar. Pilihan kata yang kita gunakan ditentukan oleh jenis ragam bahasa yang kita gunakan.


Kelima,  jenis sinonim yang memiliki perbedaan tingkat kebakuannya. Kita tidak dihadapkan pada pilihan kata yang salah dan benar, tetapi pada kata yang baku dan tidak baku. Kata baku dan tidak baku boleh digunakan dalam tulisan, tergantung pada ragam bahasa yang kita gunakan. Jika ragam bahasa yang kita gunakan adalah ragam bahasa baku, kata-kata yang kita gunakan juga kata-kata yang baku. Daftar berikut dipaparkan kata berciri baku dan tidak baku berdasarkan pilihan leksikon


Leksikon Baku Leksikon Tidak Baku
tetapi
tapi
bagi
buat
lepas
copot
karena
lantaran

Sabtu, 08 Oktober 2011

Bahasa Indonesia dalam Surat Menyurat

Surat merupakan salah satu bentuk karangan. Hal-hal yang berlaku dalam pengembangan suatu karangan pada dasarnya berlaku pula untuk surat, misalnya topik, tujuan, sasaran, ejaan, diksi, gaya bahasa, pengkalimatan dan pengalineaan. Begitu pula dengan proses yang terlibat didalamnya, seperti perencanaan, penulisan, dan penyempurnaan, juga terjadi dalam pembuatan surat. Sebelum menulis surat, kita harus jelas dulu apa yang akan kita tulis, apa tujuan dan hasil yang kita harapkan, serta siapa yang akan kita tuju oleh surat kita. 

Secara umum bahasa surat resmi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Bahasa yang jelas. Maksudnya bahasa yang digunakan tidak memberi peluang untuk ditafsirkan berbeda dari maksud penulis surat.
  2. Bahasa yang lugas dan singkat, artinya bahasa yang digunakan langsung tertuju pada permasalahan yang ingin kita kemukakan. Kelugasan pemakaian bahasa ditunjukkan dalam pemakaian bahasa yang ringkas tetapi padat makna. Intinya, langsung dan tidak berbelit-belit.
  3. Bahasa yang santun, yakni bahasa yang dapat menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang wajar dari pengirim terhadap penerima surat. Kesantunan bahasa tidak boleh berlebihan dan pengiriman surat jangan sampai menyajung sasaranya dan merendahkan si pengirim surat.
  4. Bahasa yang resmi, yaitu bahasa yang mengikuti kaidah baku bahasa Indonesia. Kebakuan ragam bahasa itu akan tercermin dalam ejaan, pilihan kata, dan struktur bahasa yang digunaka.

Kiat Menyusun Kalimat Efektif

Ada beberapa kiat dalam menyusun kalimat efektif yang dapat anda lakukan. Kiat tersebut perlu kita pahami agar kalimat yang kita buat menjadi kalimat efektif. Ada tiga kiat yang akan dibahas pada tulisan ini, antara lain :
  • Kiat Pertama, Kiat Pengulangan
Untuk menghasilkan sebuah kalimat yang efektif, kiat pengulangan digunakan untuk memperlihatkan bagian yang diutamakan dalam kalimat. Dengan pengulangan tersebut kalimat yang kita ulang menjadi lebih menonjol. Pengulangan tersebut dapat diperlihatkan dalam sebuah kalimat seperti contoh di bawah ini :


Untuk mencapai cita-cita diperlukan semangat, semangat, dan sekali lagi semangat.


Pengulangan tidak harus dengan bentuk yang sama, pengulangan dapat dilakukan dengan bentuk yang berbeda. Sehingga pengungkapan menjadi bentuk yang bervariasi. Variasi bertujuan untuk lebih menonjolkan informasi, juga membuat tuturan menjadi lebih segar. Pengulangan dapat kita lakukan dengan sinonim, juga pada untaian kata.
  • Kiat Kedua, Pengedepanan
Dalam menyampaikan informasi pengedepanan bertujuan untuk menunjukkan bahwa hal yang dikedepankan itu penting. Jika ada kepentingan menonjolkan informasi, bagian yang berisi informasi ditampilkan pada bagian awal kalimat seperti contoh di bawah ini :


Belajar dapat menambah ilmu pengetahuan.  Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan setiap hari.
  • Kiat Ketiga, Penyejajaran
Untuk membuat kalimat efektif dapat kita lakukan penyejajaran. Penyejajaran menimbulkan kesan bahwa unsur yang disejajarkan itu penting, seperti contoh kalimat di bawah ini :


Menulis bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan. Menulis bukanlah momok, yang membuat orang ketakutan, Menulis adalah kegiatan kreatif mengisi waktu luang.


Hal yang perlu kita perhatikan dalam penyejajaran adalah konsistensi, yang terdiri dari konsistensi kategori dan konsistensi struktur. Konsistensi kategori ditampilkan pada kategori kata, jika penjejajarn dilakukan pada kata kerja, selanjutnya juga dengan kata kerja. Misal kata melirik, anggota selanjutnya adalah melihat, memperhatikan, melototi, dan sebagainya. Konsistensi struktur dapat dilihat pada struktur bentukan. Misalnya me-kan, kata melakukan anggota selanjutnya adalah melarikan, meletakkan, dan sebagainya.

Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional 2011

Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional 2011

Lomba Blog Badan Bahasa
Dalam rangka pembentukan karakter bangsa melalui peningkatan kualitas bahasa dan sastra, masyarakat diberikan kesempatan berkompetisi melalui tulisan-tulisan yang diangkat melalui blog. Blog sebagai sebuah bentuk laman pribadi memungkinkan penggunanya (blogger ) untuk melakukan pembaruan/pemutakhiran topik sewaktu -waktu. Adanya perkembangan arus informasi dan telekomunikasi menjadikan blog sebagai sebuah wadah yang bisa diarahkan sebagai wadah kreatif dan inspiratif bagi perkembangan bahasa dan sastra di Indonesia. Blogger/penggubah blog maupun komunitas blog ger yang tumbuh dengan pesat di Indonesia kini menjadikan blog sebagai gaya hidup dari bagian sebuah masyarakat informasi yang peduli akan keterbukaan dan saling berbagi mengenai informasi dan pengetahuan. Melalui komunitas inilah diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan mengenai kebahasaan dan kesastraan secara komprehensif kepada masyarakat.

Ketentuan :
  1. Mencantumkan tajuk rawai ( banner) utama “Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan” pada halaman utama.
  2. Peserta boleh menggunakan mesin blog yang umum digunakan (berbasis blogspot, wordpress, multiply, dll).
  3. Memuat tautan ke laman Pusat bahasa http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id .
  4. Peserta diperkenankan untuk melakukan promosi tulisannya melalui jejaring sosial untuk mengundang lebih banyak respon (contoh lewat facebook, twitter , plurk, dan lain-lain).
  5. Penggubah blog dapat berinteraksi dengan pembaca dan mengembangkan diskusi dengan tema Meningkatkan Peran Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Karakter Bangsa. (Penilaian melalui respon yang didapat melalui komentar/keaktifan dalam berdiskusi).
  6. Peserta bebas untuk mengembangkan tema lomba.
  7. Penyelenggara berhak menganulir materi blog yang tidak sesuai dengan tema lomba. 
  8. Artikel merupakan ide orisinalitas penggubah blog. 
  9. Peserta memiliki minimal 3 artikel yang membahas bahasa dan sastra. 
Pendaftaran terakhir tanggal 15 Oktober 2011

Persyaratan :

  1. Isi blog dibatasi hanya pada masalah Kebahasaan dan Kesastraan.
  2. Pembahasan boleh difokuskan hanya pada informasi dan pengetahuan Kebahasaan dan atau Kesastraan.
  3. Peserta yang lolos proses seleksi diwajibkan melakukan pemutakhiran blog secara berkala dengan pemajangan artikel ataupun diskusi/ interaksi dengan pembaca.

Jumat, 07 Oktober 2011

Memperkenalkan Bahasa Indonesia Pada Anak

Tidak ada salahnya memperkenalkan Bahasa Indonesia sejak usia dini. Apalagi sekarang dengan berkembangnya jaman, Bahasa Indonesia sepertinya kurang  mendapat tempat. Jika dilihat tulisan-tulisan di pinggir jalan, banyak sekali spanduk, baliho, plakat yang bertuliskan "Kursus Bahasa Inggris", "Kursus Bahasa Korea", "Kursus Bahasa Jepang", dan lain-lain. Mengapa jarang sekali ditemukan spanduk bertuliskan "Menerima Kursus Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar". Pada kenyataanya hasil dari Ujian Nasional untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang maksimal. Malah ada yang beranggapan bahwa Bahasa Inggris dan lain-lain lebih mudah daripada Bahasa Indonesia, tentunya Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Usia balita merupakan masa peka untuk belajar. Anak mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyerap aneka rangsangan dari luar, termasuk rangsangan bahasa. Tetapi di sisi lain ia sedang dalam masa bermain dan mengembangkan aspek-aspek perkembangan yang lain seperti emosi dan sosial. Sebagai dasar untuk pengembangan pada anak usia balita harus melalui rasa senang, bebas , dan aman secara psikologis.Dengan demikian anak dapat mengembangkan dirinya secara optimal. 


Seperti pada bahasa daerah, dimana anak tidak dipaksa oleh orang tua mereka untuk berbahasa daerah. Di Jawa misalnya,para orang tua tidak memaksa anaknya harus bisa berbahasa jawa dari kecil. Tapi dengan anak melihat, mendengarkan orang tuanya menggunakan bahasa jawa. Ia tertarik lalu mniru dengan satu, dua kata, ternyata orang tuanya menanggapi. Anak pun menjadi senang dan lama-lama menguasainya dengan baik. Demikian pula dengan Bahasa Indonesia, anak akan belajar lebih daripada sekedar meniru dengan melihat sesama orang tua  lain berbicara dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Orang tua tidak dengan sengaja mengajarkan bahasa Indonesia, tetapi si anak sendiri yang belajar dengan cara mendengarkan lalu menjadi terbiasa, dan memilih sendiri agar ia dapar berkomunikasi dengan orang tua atau lingkungannya.


Bahasa Indonesia bukan menjadi "Bahasa Asing" tetapi memang merupakan sesuatu yang dia gunakan untuk berkomunikasi. Kalau seorang anak umur tiga tahun sudah dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, maka untuk perkembangan selanjutnya akan mudah untuk dapat berbahasa yang baik dan benar.

Kamis, 06 Oktober 2011

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.

Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura.

Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.
Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu. Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:
  • Merari Siregar
Azab dan Sengsara (1920)
Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
Cinta dan Hawa Nafsu
  • Marah Roesli
Siti Nurbaya (1922)
La Hami (1924)
Anak dan Kemenakan (1956)
  • Muhammad Yamin
Tanah Air (1922)
Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
Ken Arok dan Ken Dedes (1934)
  • Nur Sutan Iskandar
Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
Cinta yang Membawa Maut (1926)
Salah Pilih (1928)
Karena Mentua (1932)
Tuba Dibalas dengan Susu (1933)
Hulubalang Raja (1934)
Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)

  • Tulis Sutan Sati
Tak Disangka (1923)
Sengsara Membawa Nikmat (1928)
Tak Membalas Guna (1932)
Memutuskan Pertalian (1932)
  • Djamaluddin Adinegoro
Darah Muda (1927)
Asmara Jaya (1928)
  • Abas Soetan Pamoentjak
Pertemuan (1927)
  • Abdul Muis
Salah Asuhan (1928)
Pertemuan Djodoh (1933)
  • Aman Datuk Madjoindo
Menebus Dosa (1932)
Si Cebol Rindukan Bulan (1934)
Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

Rabu, 05 Oktober 2011

Pemilihan dan Pemanfaatan Benda

Semua benda yang ada di lingkunganmu dapatndigolongkan ke dalam bahan umum penyusun benda. Contohnya ada benda yang terbuat dari karet, logam, kayu, plastik, dan kaca.
1. Karet
Contoh pemanfaatan karet adalah untuk pembuatan ban kendaraan bermotor , hak sepatu, dan balon. Karet digunakan untuk bahan-bahan tersebut karena sifat karet yang mudah dibentuk, dapat direnggangkan, kenyal, dan lentur. Seandainya ban mobilmu terbuat dari kayu, kamu pasti tidak akan merasa nyaman saat mengendarainya.

2. Logam
Logam memiliki sifat-sifat yang dapat dimanfaatkan, di antaranya, bersifat padat, mengilap, dapat ditempa, memiliki titik leleh tinggi, sebagai penghantar listrik serta panas, dan dapat membentuk paduan logam Oleh karena itu, pemanfaatan logam dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan beragam. Benda-benda yang menggunakan logam, di antaranya, setrika, kabel, rangka mobil, pisau, dan pagar rumah.

3. Kayu
Kayu dalam kehidupan sehari-hari banyak dimanfaatkan untuk pembuatan meja, kursi, lemari, dan berbagai barang kerajinan. Penggunaan kayu untuk pembuatan barang tersebut karena mudah dibentuk, keras, memberikan tampilan warna yang alami, dan ringan.


4. Plastik
Plastik, untuk saat ini, merupakan bahan yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang mudah dibentuk. Selain itu, jenis-jenis plastik sangat beragam dengan sifat-sifat yang berbeda-beda sehingga dapat dibentuk
berbagai macam benda, seperti mainan, alat rumah tangga, dan peralatan kantor


5. Kaca
Kaca adalah benda keras dan biasanya bening sehingga kaca banyak dimanfaatkan untuk cermin , kaca rumah, dan kaca mobil. Selain itu, terdapat sifat yang merugikan dari penggunaan kaca ini, yaitu mudah pecah sehingga penggunaan benda-benda yang terbuat dari kaca harus hati-hati.

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Benda

Pagar rumah yang terbuat dari besi yang dicat lamakelamaan akan luntur catnya. Sayuran di pasar yang tidak terjual berubah warna menjadi kehitaman dan bau. Rumah dari kayu yang sudah lama akan hancur karena kayu penyusun rumah tersebut telah rusak dimakan rayap.Untuk mengetahui apa yang terjadi pada perubahan pagar, sayuran, dan kayu, pelajarilah ulasan materi berikut.

1. Pelapukan
Pelapukan adalah proses yang berhubungan dengan penghancuran bahan, baik berasal dari makhluk hidup maupun makhluk tidak hidup. Hal itu dapat disebabkan oleh organisme maupun anorganisme. Waktu yang diperlukan untuk proses pelapukan itu sangat lama.

Pelapukan dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pelapukan biologis dan pelapukan mekanik. Berikut penjelasannya.

a. Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis disebabkan oleh aktivitas organisme, yaitu jamur dan jasad renik lainnya. Contohnya, kayu
yang tadinya keras, lama-kelamaan akan hancur dimakan rayap. Untuk menghindarinya, kayu tersebut harus dicat terlebih dahulu.

b. Pelapukan Mekanik
Pelapukan mekanik terjadi akibat suhu, tekanan, angin, dan air. Pelapukan mekanik dapat berlangsung lama atau sebentar. Contohnya, kamu pasti pernah melihat batuan yang ketika dipegang dan ditekan sedikit akan hancur. Batuan tersebut sudah mengalami proses pelapukan yang sangat lama akibat terkena air, perubahan, suhu, dan tekanan.

2. Perkaratan
Perkaratan adalah proses pembentukan lapisan merah (kekuning-kuningan) yang melekat pada lapisan logam besi sebagai akibat proses kimia. Perkaratan ini terjadi karena logam besi bereaksi dengan air dan gas oksigen. Logam besi dapat dihindarkan dari proses perkaratan, yaitu dengan cara pengecatan. Oleh sebab itu, pagar di rumah selalu dicat secara berkala supaya tahan lama dan terhindar dari perkaratan

3. Pembusukan
Pembusukan adalah proses perubahan benda yang berasal dari makhluk hidup akibat bakteri atau jamur sehingga rusak dan berbau. Contoh pembusukan pada makanan atau buah-buahan, Buah stroberi pada  telah mengalami pembusukan. Pada stroberi yang busuk, terjadi perubahan warna.

Bahan makanan yang akan dikonsumsi, baik itu sayuran, buah-buahan, lauk-pauk dapat dihambat proses pembusukannya. Caranya dengan menyimpan bahanbahan makanan tersebut di dalam lemari es sehingga mikroorganisme tidak dapat berkembang.
Cara tradisional yang dapat dilakukan untuk mencegah pembusukan adalah sebagai berikut.
  • Pengeringan, contohnya pembuatan selai pisang, ikan asin.
  • Penambahan gula, contohnya pembuatan manisan buah-buahan.

Selasa, 04 Oktober 2011

Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dan bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan) dimanfaatkan oleh manusia untuk menandai waktu dari hari ke hari. Sistem penanggalan yang digunakan ada dua jenis, yaitu kalender Masehi atau tahun syamsiah dan kalender Hijriah atau tahun komariah. Tahun Masehi berdasarkan revolusi bumi dan tahun Hijriah berdasarkan revolusi bulan.

1. Tahun Masehi
Tahun Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari. Satu kali revolusi bumi memerlukan waktu 365 1/4 hari. Jadi, satu tahun Masehi sebenarnya terdiri dari 365 1/4 hari. Untuk mempermudah perhitungan, satu tahun Masehi ditetapkan 365 hari. Sisa 1/4 hari dijumlahkan hingga mencapai satu hari. Satu hari itu ditambahkan dalam tahun Masehi setiap empat tahun sekali, yaitu pada bulan Februari. Dengan demikian, setiap empat tahun sekali, satu tahun Masehi memiliki 366 hari. Satu tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan.
Dalam tahun Masehi, orang mengenal istilah tahun biasa dan tahun kabisat. Tahun biasa berjumlah 365 hari, sedangkan tahun kabisat jumlah harinya 366 dan bulan Februari memiliki 29 hari. Ada dua syarat mengetahui tahun kabisat.
1. Untuk angka tahun biasa, tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 4. Contohnya, tahun 2000, 2004, dan 2008.
2. Untuk angka tahun abad, tahun kabisat adalah tahun yang angkanya habis dibagi 400. Contohnya, tahun 1200, 1600, dan 2000. 

Nama–Nama Bulan pada Tahun Masehi :

NoNama BulanJumlah Hari
1.Januari31 hari
2.Pebruaari28/29  hari
3.Maret31 hari
4.April30 hari
5.Mei31 hari
6.Juni30 hari
7.Juli31 hari
8.Agustus31 hari
9.September30 hari
10.Oktober31 hari
11.Nopember30 hari
12.Desember31 hari

Jumlah365 atau 366 hari
2. Tahun Hijriyah
Tahun Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Satu kali revolusi bulan memerlukan 29 1/2 hari. Tahun Hijriah terdiri atas 12 bulan. Jadi, dalam satu tahun Hijriah sama dengan 29 1/2 × 12 = 354 hari. Untuk mempermudah dalam perhitungan hari, orang mengubah jumlah hari dalam satu bulan menjadi 29 atau 30 hari. Jumlah hari dalam satu bulan dilakukan secara bergantian.
Dalam tahun Hijriah, orang mengenal tahun biasa dan tahun kabisat. Tahun biasa mempunyai hari berjumlah
354, sedangkan tahun kabisat bejumlah 355 hari. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan Zulhijah. Pada kalender Hijriah ditentukan 11 tahun kabisat dalam periode 30 tahun Untuk mengetahui suatu tahun tergolong tahun biasa atau tahun kabisat pada kalender Hijriah, yaitu membaginya dengan 30. Setelah dibagi 30 yang menjadi perhatian adalah angka yang merupakan sisa pembagian.
Apakah tahun 1428 H termasuk tahun biasa atau tahun kabisat? Caranya jika 1428 di bagi 30 hasilnya 47, sisa 18. Pada Tabel 9.13 angka 18 menunjukkan tahun kabisat. Jadi, tahun 1428 H termasuk tahun kabisat dengan jumlah hari 355.
Nama–Nama Bulan pada Tahun Hijriah :

NoNama BulanJumlah Hari
1.Muharam30 hari
2.Safar29  hari
3.Rabiul Awal30 hari
4.Rabiul Akhir29 hari
5.Jumadil Awal30 hari
6.Jumadil Akhir29 hari
7.Rajab30 hari
8.Syaban29 hari
9.Ramadhan30 hari
10.Syawal29 hari
11.Zulkaidah30 hari
12.Zulhijah29/30 hari

Jumlah354 atau 355 hari

Anggota Tata Surya

Planet dan benda langit lain dapat tetap beredar di orbitnya karena ada gaya gravitasi matahari. Gaya gravitasi matahari lebih besar daripada gaya gravitasi planet-planet sehingga planet tersebut mengelilingi matahari.

1. Merkurius
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Lapisan atmosfer planet Merkurius sangat
tipis sehingga suhu di permukaannya mencapai 430 0C pada siang hari. Permukaan planet Merkurius berlubang-lubang. Planet Merkurius memiliki ukuran lebih kecil daripada bumi, dan dapat terlihat di langit saat matahari akan terbit dan akan terbenam. Planet tidak memiliki satelit.


2. Venus

Planet terdekat kedua dengan matahari adalah Venus. Ukuran Venus hampir sama dengan ukuran bumi sehingga orang sering menjulukinya Venus kembaran bumi. Planet Venus tampak cemerlang di antara bintangbintang di langit pada waktu fajar sehingga sering disebut sebagai bintang fajar. Venus juga sering disebut bintang senja karena terlihat kemilau di Barat ketika matahari terbenam. Akan tetapi, Venus bukanlah bintang. Atmosfer Venus terdiri atas gas karbondioksida, sedikit hidrogen, nitrogen, dan uap air. Atmosfer Venus dapat menahan cahaya matahari sehingga Venus kelihatan paling cerah dilihat dari Bumi.

Arah rotasi planet Venus searah dengan jarum jam, sehingga matahari di Venus terbit dari sebelah barat dan terbenam di sebelah timur. Berbeda dengan arah rotasi planet-planet lainnya, yaitu dari timur ke barat. Gravitasi planet Venus sama dengan gravitasi di bumi dan planet ini tidak memiliki satelit


3. Bumi

Bumi merupakan planet ketiga dari matahari. Bumi adalah planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer melindungi kita dari sinar ultraviolet yang dapat mematikan kehidupan dan juga benda-benda langit yang mendekati ke bumi. Selain itu, atmosfer menjaga suhu bumi tetap sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup.
Jika dilihat dari angkasa, bumi terlihat berwarna biru dengan lapisan atmosfer putih melingkar. Mengapa bumi berwarna biru? Untuk menjawabnya kamu dapat berdiskusi dengan temanmu. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam peredarannya mengitari matahari.
4. Mars

Mars merupakan planet keempat dari matahari. Planet Mars sering disebut planet merah karena tampak kemerahan. Warna merah tersebut berasal dari debu yang banyak diterbangkan angin. Pada permukaan Mars terdapat kawah-kawah dan gunung-gunung yang sangat tinggi dan besar. Keseluruhan permukaan

Mars berupa padang pasir yang tertutup oleh debu dan batuan padat yang berwarna merah-oranye. Atmosfer di Mars terdiri dari gas karbon dioksida dan nitrogen. Di planet tersebut tidak ada air dan planet itu memiliki 2 satelit atau bulan, yaitu Phobos dan Deimos.
5. Jupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Besar Yupiter sebelas kali besar bumi sehingga sering disebut planet raksasa. Planet Yupiter berputar dengan cepat pada porosnya dibandingkan perputaran planet-planet lain. Kecepatan rotasi tersebut menyebabkan Yupiter lebih lebar pada bagian ekuator. 

Atmosfer  Yupiter sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sisanya helium. Atmosfer di planet, itu sangat tebal sehingga Yupiter itu tampak seperti bola bola gas raksasa. Planet Yupiter memiliki 16, satelit dengan empat satelit terbesar secara berturut-turut adalah Ganymede, Callisto, Europa, dan Io.
6. Saturnus
Saturnus adalah planet terbesar kedua dalam tata surya setelah Yupiter. Ukuran Saturnus sembilan kali ukuran bumi. Saturnus memiliki lapisan atmosfer yang sangat tebal, tersusun atas gas hidrogen dan helium serta sedikit metana dan amonia. Saturnus merupakan planet yang sangat indah karena memiliki tiga cincin pada bagian atmosfernya. Cincin itu diperkirakan terdiri atas debu halus, kerikil kecil, dan butir-butir es yang sangat banyak. Planet itu tampak berwarna kekuningan. Planet Saturnus memiliki 31 buah satelit dan satu di antaranya yang paling besar adalah Titan. Titan merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata surya yang memiliki lapisan atmosfer
7. Uranus
Planet Uranus ditemukan seorang astronom inggris bernama Sir William Herschel tahun 1781. Uranus diselimuti oleh awan yang tebal sehingga sulit diamati dari bumi. Planet Uranus tampak berwarna hijau kebiruan. Atmosfer planet ini tersusun dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus berotasi dari timur ke barat seperti halnya Venus. Namun, arah rotasinya tidak searah jarum jam, tetapi dari atas ke bawah. Uranus berputar dengan cepat pada porosnya. Akibatnya, bagian ekuator Uranus lebih tebal dari bagian-bagian lain.

Perputaran yang cepat juga menimbulkan angin yang kuat pada atmosfer Uranus. Planet Uranus memiliki cincin pada atmosfer. Cincin Uranus tidak dapat diamati dari bumi, sekalipun dengan bantuan teleskop. Planet itu memiliki 27 satelit atau bulan. Satelit yang ukurannya besar ada lima buah, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania,dan Oberon. 
8. Neptunus
Neptunus ditemukan oleh seorang astronom Jerman bernama J. G. Galle tahun 1846. Planet Neptunus tampak berwarna kebiruan. Neptunus juga dikelilingi oleh cincin debu. Selain itu, Neptunus memiliki bintik hitam. Bintik itu diperkirakan adalah badai raksasa.
Seperti halnya Yupiter, Saturnus, dan Uranus, planet itu berupa bola gas raksasa dengan lapisan atmosfer yang tebal. Atmosfer itu tersusun dari gas hidrogen dan helium. Planet Neptunus memiliki 4 cincin dan 11 satelit atau bulan. Satelit yang paling besar adalah Triton.

Benda-Benda Langit Lain 
Selain planet-planet yang mengelilingi matahari, ada juga benda-benda langit lainnya, seperti asteroid, komet, dan meteor.
1. Asteroid
Di antara Mars dan Yupiter terdapat benda-benda langit. Kumpulan benda langit itu terdiri atas gumpalan batu dan logam yang mengapung di angkasa. Benda langit tersebut adalah asteroid. Diperkirakan terdapat kurang lebih 5.000 asteroid di dalam tata surya. Seperti planet, asteroid juga beredar mengelilingi matahari. Permukaan asteroid penuh dengan kawah. Ukuran asteroid berbeda-beda. Asteroid paling besar adalah Ceres dengan diameter 785 km. Asteroid lainnya, antara lain Dallas berdiameter 560 km, Vesta berdiameter 390 km, dan Juno berdiameter 190 km.

2. Komet
Komet merupakan benda langit yang beredar mengelilingi matahari dan tampak bersinar karena memantulkan cahaya matahari. Lintasan komet berbentuk sangat lonjong. Komet sering disebut bintang berekor karena bentuknya panjang seperti memiliki ekor. Arah ekor komet selalu menjauhi matahari. Semakin dekat matahari, ekornya semakin panjang.

Komet terbentuk dari debu, es, dan gas yang membeku. Kemudian, mengalami pemanasan oleh matahari. Lintasan komet berbeda dengan lintasan planet. Lintasan komet sangat lonjong berbentuk elips. Pergerakan komet sangat lamban. Komet yang paling terkenal adalah komet Halley. Komet Halley muncul setiap 76 tahun sekali. komet Halley terakhir muncul tahun 1986. Jadi, akan muncul lagi tahun 2.062.

3. Meterorid
Pada malam hari, kadang-kadang terlihat titik cahaya berkelebat di langit. Orang biasa menyebutnya "bintang jatuh". Benda langit tersebut ialah meteoroid. Meteoroid ialah kumpulan batu-batu kecil yang terapung di ruang angkasa. Umumnya meteoroid mengandung besi, nikel, dan unsur-unsur logam lain.

Meteoroid berasal dari sabuk asteroid. Jika meteoroid bergerak mendekati bumi akibat gaya gravitasi bumi, meteoroid tersebut akan ditarik masuk ke atmosfer bumi. Akibatnya, terjadi gesekan antara meteoroid dan molekul-molekul udara di dalam atmosfer sehingga menyebabkan meteoroid terbakar dan menjadi meteor atau "bintang jatuh". Kebanyakan meteoroid akan habis terbakar menjadi debu di atmosfer sebelum sampai ke permukaan bumi.
 

Meteoroid yang berhasil sampai ke permukaan bumi dan tidak habis terbakar di atmosfer disebut meteorit. Meteorit yang sangat besar jika jatuh di bumi membentuk kawah meteorit. Salah satu contoh kawah meteorit terdapat di Arizona dengan kedalaman 200 m. Kawah itu terbentuk ketika meteorit sebesar 50.000 ton menabrak bumi sekitar 25.000 tahun yang lalu.

4. Satelit
Satelit merupakan pengiring planet. Sambil beredar mengelilingi planet, satelit juga berputar pada porosnya, contohnya bulan. Satelit dibedakan atas satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah bulan, sedangkan satelit buatan, contohnya satelit palapa. Satelit buatan dilepaskan oleh roket dan mengorbit di sekitar bumi, namun tidak berotasi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More