Kamis, 29 September 2011

Perkembangbiakan pada Manusia

Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Untuk melestarikan jenisnya, manusia berkembang biak secara kawin (generatif). Perkembangbiakan secara kawin terjadi karena ada proses penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Sel sperma dihasilkan laki-laki dan sel telur dihasilkan perempuan.

Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai sejak penggabungan antara sel sperma dan sel telur yang membentuk zigot. Zigot merupakan cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum terjadi dalam dua tahap. Pertumbuhan dan perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim. Adapun pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim.

Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan. Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh. Contohnya, ketika bayi kamu tidak dapat berjalan. Akan tetapi, sekarang setelah kamu Kelas VI, kamu dapat berdiri, melangkah, dan berjalan sendiri. 

1. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di dalam Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan. Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan membentuk zigot. Proses tersebut dinamakan dengan proses pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pembuahan, zigot akan terus membelah dan membentuk embrio. Setelah 120 jam dari pembelahan, embrio akan menempel di dinding rahim ibu. 

Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim disebut juga dengan masa kehamilan. Masa kehamilan itu terjadi selama kurang lebih 38 minggu.
Proses pertumbuhandan perkembangan manusia di dalam rahim dapat dijelaskan dalam Gambar  berikut.
2. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di Luar Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di luar  dibaginya ke dalam empat tahapan.
Tahapannya sebagai berikut.
a. Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.
b. Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.
c. Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas (sekitar 11 tahun).
d. Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.

Setelah tahap remaja atau pubertas, manusia mengalami tahap dewasa. Manusia terus mengalami penuaan sampai tahap manula. Pada proses penuaan, secara fisik tubuh tidak mengalami pertumbuhan lagi, namun berkurang kemampuannya. 

Perubahan fisik manusia paling banyak terjadi pada masa remaja. Masa ini disebut juga dengan masa pubertas. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis (emosi), serta aktifnya alat perkembangbiakan. Perubahan yang terjadi pada masa pubertas laki-laki berbeda dengan perempuan :

Perubahan fisik Perempuan Perubahan fisik Laki-laki
  • Tumbuhnya payudara 
  • Pinggul melebar sehingga bentuk tubuh pun akan terlihat lebih melekuk. 
  • Tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin. 
  • Selain ciri-ciri fisik tersebut, perubahan lain adalah alat perkembangbiakan perempuan yang mulai berfungsi. Hal itu ditandai dengan menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya darah dari kelamin wanita. Hal itu disebabkan oleh terjadinya peluruhan dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur wanita. Hal itu terjadi secara bersiklus. Siklusnya adalah sekitar 28 hari.
  • Tumbuhnya tulang yang menonjol di tengahtengah leher. Tulang ini disebut jakun. Tumbuhnya jakun ini disertai dengan membesarnya suara. 
  • Tumbuhnya rambut-rambut di beberapa bagian tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut di ketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin.
  • Dada akan lebih membidang. 
  • Selain perubahan fisik pada  alat perkembangbiakan laki-laki pun (testis) mulai aktif dalam menghasilkan sperma. Selain itu, perubahan psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada lawan jenis.

Jika kamu mengalami perubahan-perubahan tersebut, kamu tidak perlu takut. Komunikasikanlah
dengan orangtuamu (anak laki-laki pada ayah atau kakak laki-lakinya dan anak perempuan pada ibu atau kakak perempuannya). Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan normal (alami). Setiap orang pasti akan mengalaminya.

c. Cara Menghadapi Masa Pubertas
Pada masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada diri kamu yang tidak kamu duga. Pada masa pubertas itu akan terjadi ketidakstabilan emosi. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi masa pubertas ialah sebagai berikut.
  • 1) Bersikap tenang dan percaya diri.
  • 2) Bersikap jujur dan terbuka kepada orang yang kamu percayai ketika terjadi perasaan yang tidak enak. Hal itu akan membantu memberi ketenangan dan jalan keluar.
  • 3) Selalu menjaga kebersihan seluruh tubuh dan alat

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More